SMA Terbuka SMAN 1 Kotabumi Rangkul WBP Rutan, Siswa Terus Bertambah

 



BANDAR LAMPUNG — Program SMA Terbuka yang dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan mulai membuka akses pendidikan bagi anak-anak putus sekolah, termasuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) Kotabumi.


SMA Negeri 1 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, ditunjuk sebagai salah satu sekolah induk penyelenggara program SMA Terbuka di Provinsi Lampung.


Program tersebut memberikan kesempatan bagi anak-anak putus sekolah berusia di bawah 21 tahun untuk kembali melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA.


Menariknya, program ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga WBP yang berada di Rutan Kotabumi.


Kepala SMAN 1 Kotabumi, Media Sari Putri, mengatakan pelaksanaan program tersebut mendapat antusiasme cukup tinggi, khususnya dari WBP di Rutan Kotabumi.


"Alhamdulillah program ini sudah berjalan. Siswa kita ada yang belajar di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) SMAN 1, ada juga yang merupakan warga binaan di Rutan. Antusiasmenya sangat luar biasa. Bahkan, hampir setiap minggu kita mendapat tambahan siswa baru dari warga binaan Rutan," kata Media Sari Putri.


Saat ini, tercatat sebanyak 8 siswa aktif mengikuti pembelajaran di TKB SMAN 1 Kotabumi. Sementara itu, sebanyak 15 siswa mengikuti pembelajaran di Rutan Kotabumi.


Untuk siswa yang berada di Rutan, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran jemput bola. Guru-guru SMAN 1 Kotabumi datang langsung ke Rutan untuk memberikan pembelajaran.


"Sistemnya, guru-guru mata pelajaran kita yang berkunjung langsung ke Rutan. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara penuh pada hari Sabtu, dari pagi hingga sore hari menyesuaikan jadwal mereka. Masa studinya pun normal seperti sekolah pada umumnya, yakni selama 3 tahun," jelasnya.


Meski pelaksanaan di Rutan berjalan baik, Media Sari mengakui pihak sekolah masih menghadapi tantangan dalam menjaring anak-anak putus sekolah di masyarakat.


Hingga kini, mayoritas peserta program SMA Terbuka masih berasal dari Kecamatan Kotabumi dan wilayah sekitarnya.


"Target kita ke depan pasti ingin merekrut sebanyak-banyaknya. Kita sudah menjajaki dan menyosialisasikan program SMA Terbuka ini ke berbagai kecamatan hingga perangkat desa. Namun, kendala utamanya adalah jarak, serta fakta bahwa umumnya anak-anak putus sekolah ini banyak yang sudah bekerja ke luar daerah," ujarnya.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, sekolah berencana membentuk titik-titik kumpul belajar di sejumlah kecamatan yang berdekatan. Langkah itu diharapkan dapat memudahkan akses anak-anak putus sekolah untuk kembali mengikuti pendidikan.


Selain memperluas akses pendidikan, SMAN 1 Kotabumi juga tengah melakukan pengembangan inovasi berbasis teknologi dalam pengelolaan sekolah.


Media Sari mengatakan pihaknya sedang mengembangkan sistem Smart PC Visualisasi yang nantinya akan mengintegrasikan sistem absensi dengan website sekolah.


"Ke depan kita juga punya inovasi terbaru dalam pengelolaan sekolah melalui Smart PC Visualisasi, di mana sistem absensi akan terintegrasi langsung ke dalam website," pungkasnya.


Melalui program SMA Terbuka, SMAN 1 Kotabumi berupaya memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak yang sebelumnya terhenti pendidikannya. Program tersebut juga menunjukkan bahwa akses pendidikan dapat diberikan kepada siapa pun, termasuk warga binaan yang masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.