Diduga melanggar Undang - undang Proyek Drenase Kampung Payung dadi Tanpa papan Informasi Terkesan Siluman




Pubian, mediaberjaya.com - pembangunan Drenase yang terletak di dusun 6 kampung payung dadi kecamatan pubian kabupaten Lampung tengah provinsi Lampung


Telah selesai di kerjakan ini tak dipasang papan nama informasi proyek,


Proyek tanpa papan nama informasi merupakan sebuah pelanggaran , karena tidak sesuai dengan amanat undang - undang dan praturan lainnya ,


Peraturan dimaksud yakni undang - undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik ( KIP )


Dan peraturan presiden ( perperes ) nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.


Plang informasi proyek tersebut bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan


Dimana keterbukaan atau transparan ini seharusnya di pasang sejak pengerjaan dimulai.hal ini dilakukan untuk memudahkan pengawan baik dari media atau masyarakat setempat untuk melakukan pengawasan terkait program dana desa ,


Hal ini terpantau oleh tim dari dua media saat melakukan tugas kontrol sosialnya di kampung payung dadi pada Senin ( 12/6/2023 )


Yang hanya bertemu dengan Agus selaku sekretaris kampung , saat ditanya oleh awak media terkait bangunan fisik kampung payung dadi TA 2023


Sekretaris kampung menjelaskan bahwa kampung payung dadi tahun ini merealisasikan dua titik pembangunan fisik


Yaitu, pembangunan Derenase sepanjang 198 M. Lokasi DS, 06 tepatnya di depan rumah kepala kampung Sutadi


Kemudian pembangunan Rabat beton Volume 300.M lokasi dusun 1. Ujar sekretaris kampung

Yang lebih jelas temui saja kepala kampung , tutup sekdes


Kemudian Tim dua media ini langsung menuju ke lokasi Drenase, dan rabat beton.


Perlu di ketahui Volume Drenasi tersebut selain tanpa papan informasi , diduga volumenya juga kurang, seperti contoh Tingginya berpreasi, ada yang 49 Cn , dan 52 Cn.

Kemudian lebar bawah 51 Cn. Dan lebar Atas 63 cn.


Kemudian Tim media ini berusia menemui kepala kampung Payung dadi Sutadi, sesampainya di rumah kepala kampung, ditemui oleh istri kepala kampung, mengatakan , waduh bapaknya masih tidur, pak, dan ini kan belum caer , apa kampung lain udah caer, kata istri kepala kampung kepada tim dua media ini.


Mendengar ucapan itu , media , menjawab, maaf buk lurah , kami tidak menanyakan caer dan tidaknya, kami hanya melaksanakan , topoksi sebagai kontrol sosial, ingin konfirmasi terkait pembangunan fisik yang bersumber dari dana desa, kami bukan minta duit atau menanyakan caer atau tidak buk.ujar Sahroni


Mendengar ucapan itu, istri kepala kampung langsung tutup pintu, tanpa basa - basi.


Sampai berita ini dirilis Sutadi kepala kampung payung dadi atau pun TPKnya belum berhasil di temui, 



( Tim )

0/Post a Comment/Comments